Transparansi Lingkungan dan Permohonan Informasi

Berbagai hal yang akan berdampak pada hidup sehari-hari kita terjadi tanpa kita sadari. Bertambah pekatnya udara yang kita hirup, banjir yang meluas, kekeringan dan krisis air bersih, semuanya merupakan kumulasi dari dampak lingkungan yang tidak terkendali. Sayangnya, keputusan untuk menerima berbagai dampak ini kerap terjadi jauh dari pandangan kita, oleh segelintir orang saja. Padahal, berbagai keputusan lingkungan akan menentukan siapa yang menanggung beban lingkungan: pencemar atau masyarakat.

Sebagian besar informasi lingkungan hidup merupakan dokumen publik. Untuk mendapatkan informasi lingkungan, terdapat 2 cara:

Permohonan informasi melalui mekanisme Keterbukaan Informasi Publik

UU Nomor 14 Tahun 2008 memberikan hak kepada seluruh warga negara Indonesia untuk mengakses informasi publik dari Badan Publik.

  • UU KIP mengatur mekanisme permohonan informasi publik. Lihat halaman ini untuk langkah-langkah praktis mengajukan permohonan informasi. Lebih detil, lihat juga: Prayitno & Paramitha (2011) Panduan Meminta Informasi Publik.
  • Badan Publik wajib merespon permohonan informasi publik selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sejak menerima permohonan informasi.
  • Ketidakpuasan Pemohon terhadap respon Badan Publik dapat ditindaklanjuti dengan pengajuan keberatan kepada Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Badan Publik. Langkah-langkah mengajukan keberatan dapat dilihat di sini.
  • Badan Publik wajib merespon keberatan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja pasca menerima keberatan.
  • Ketidakpuasan Pemohon atas respon Badan Publik terhadap keberatan dapat ditindaklanjuti dengan mengajukan permohonan sengketa kepada Komisi Informasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai keberatan dan sengketa informasi hingga ke tahap Pengadilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Agung, dapat merujuk ke buku Pedoman Penyelesaian Sengketa Informasi yang tersedia di website ICEL.

Informasi Proaktif

Kewajiban pemberian informasi secara proaktif yang eksplisit hanya terdapat bagi dokumen AMDAL dan izin lingkungan, keduanya sebagai bagian dari proses penerbitan izin lingkungan.

Sekalipun tidak secara eksplisit diwajibkan, terdapat beberapa website yang menyediakan informasi lingkungan secara proaktif. Klik di sini untuk melihat beberapa situs yang menyediakan informasi lingkungan hidup secara proaktif.